Thursday, September 20, 2012

Teknologi Terbaru Untuk Data Transfer Menggunakan Laser





image

Pengiriman data dengan kecepatan 26 terabit per detik ini tidak banyak menyerap listrik

Para peneliti mencatat rekor baru transfer data menggunakan laser dengan kecepatan 26 terabit perdetik

Dengan kecepatan seperti itu, seluruh koleksi perpustakaan Kongres Amerika Serikat dapat dikirim dengan serat optik dalam waktu 10 d3tik

Cara yang digunakan adalah dengan apa yang disebut transdformasi cepat Fourier "fast Fourier transform" untuk mendata lebih dari 300 warna cahaya yang berbeda dalam sinar lasesr, yang masing-masing membawa informasi tersendiri.

Teknik ini digambarkan dalam jurnal Nature Photonics.

Berbagai upaya untuk meningkatkan kecepatan melakukan transfer data meningkat dalam tahun-tahun terakhir ini dengan menggunakan teknologi komunikasi berbasis cahaya.

Teknologi sebelumnya dengan menggunakan serat optik mencatat data sebagai "wiggles" dengan menggunakan satu warna cahaya yang mengirimkan serat optik.

Pendekatan baru menggunakan sejumlah cara lain untuk meningkatkan kecepatan pengiriman data.

Sejumlah langkah itu termasuk apa yang disebut penggunaan frekuensi orthogonal, "orthogonal frequency division multiplexing".

Cara ini menggunakan sejumlah data yang berbeda dengan warna cahaya berbeda, dan semuanya dikirim melalui serat optik secara bersamaan.

Pihak yang menerima menggunakan perangkat laser untuk menangkap sinyal cahaya ini.

Eksperimen lebih cepat

Wolfgang Freude, peneliti bersama transfer data dari Institut Teknologi Karlsruhe, Jerman mengatakan uji coba dengan kecepatan lebih tinggi telah mereka lakukan.

"Eksperimen dengan 100 terabit per detik telah dilakukan," kata Freude kepada BBC.

"Masalahnya adalah pengiriman data ini memerlukan tidak hanya satu laser namun 370 laser, dan itu sanat mahal. Jadi dapat anda bayangkan, 370 laser memerlukan beberapa kilowat listrik," tambahnya.

Karena alasan itu, Profeser Freude dan koleganya meneliti bagaimana mengirim data dengan hanya menggunakan satu laser.

Tahun lalu, Profesor Freude menunjukkan langkah mentransfer data dengan kecepatan 10 terabit per d3tik

Freude mengakui cara yang dilakukan saat ini lebih rumit namun ia yakin langkah ini dapat digunakan karena permintaan untuk pengiriman data secara cepat memicu berbagai inovasi.

Sumber: www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2011/05/110523_datalaser.shtml

Teknologi dalam CCTV Camera

Closed-Circuit Television atau yang lebih kita kenal dengan CCTV adalah penggunaan kamera video untuk mengirimkan sinyal ke suatu tempat tertentu pada satu set monitor terbatas. CCTV merupakan video analog yang mentransmisikan sinyal melalui kabel koaksial ke lokasi pusat tunggal untuk pemantauan, pencatatan dan analisis video. CCTV berbeda dengan siaran televisi, karena sinyal tidak ditransmisikan secara terbuka, meskipun itu point to point (P2P), point to multipoint, atau mesh wireless links.
Mekipun hampir semua kamera video sesuai dengan definisi ini, istilah kamera CCTV paling sering digunakan untuk kamera video yang berfungsi untuk mengawasi wilayah-wilayah yang memerlukan pemantauan seperti pabrik, bank, kantor, kasino, bandara, instalasi militer, toko, perumahan, bahkan juga digunakan dalam memantau keadaan lalu lintas.
CCTV system pertama kali diinstal oleh Siemens AG di Test Stand VII di Peenemunde, Jerman pada tahun 1942 untuk mengamati peluncuran roket V-2. Menurut catatan, orang yang berhasil mendesain dan menginstalasi CCTV System adalah Walter Bruch seorang insinyur Jerman. Teknologi ini menjadi major player dalam industri keamanan sekitar tahun 1970-an.
Saat ini, information-processing CCTV Monitoring Technology telah memungkinkan kamera CCTV untuk melakukan tugas ganda sebagai perangkat keamanan dan operasi pemantauan di berbagai situs. Menurut British Chambes of Commece business crime survey, CCTV system dianggap sebagai metode yang paling efektif untuk mengurangi kejahatan. Kamera CCTV terbukti mampu menjaga dan melindungi, baik itu orang-orang, properti, kendaraan serta barang berharga lainnya dari pencurian dan vandalisme.
Di pabrik-pabrik industri, peralatan CCTV dapat digunakan untuk mengamati bagian-bagian dari sebuah proses dari sebuah ruang kontrol pusat, misalnya ketika lingkungan tidak cocok untuk manusia. CCTV system dapat beroperasi terus menerus atau hanya saat diperlukan untuk memantau peristiwa tertentu. Sebuah bentuk yang lebih maju dari CCTV, memanfaatkan Digital Video Recorders (DVR), dengan berbagai pilihan kualitas dan kinerja serta fitur tambahan (seperti motion-detection dan email alerts). Baru-baru ini kamera CCTV desentralisasi berbasis IP, beberapa dilengkapi dengan sensor megapiksel, dukungan rekaman langsung ke network-attached storage, atau flash internal untuk sistem operasi yang benar-benar berdiri sendiri.

Article Source

sumber : duniaartikel.com

Wednesday, September 19, 2012

About Me

  Saya ingin sedikit memperkenalkan tentang diri saya, nama saya adalah Denny Martin Wibowo seorang mahasiswa dari Universitas Budi Luhur dari Fakultas Teknologi Informasi (FTI) jurusan Sistem Informasi, saya bertempat tinggal di daerah kebun jeruk jakarta barat tepatnya di jl. asem raya no.5 rt/rw 007/008 Duri Kepa.
  Sebelumnya saya merupakan lulusan dari SMKN 60 Jakarta di daerah duri raya, duri kepa lulusan tahun 2010, lalu saya kerja selama 2 tahun sebagai Marketing di PT.Solid Gold Berjangka, salah satu perusahan keuangan dan investasi di indonesia sebelum akhirnya saya mendapat Beasiswa dari Universitas Budi Luhur dan melanjutkan pendidikan saya di Universitas Budi Luhur
  Salah satu alasan saya memilih Sistem Informasi adalah saya sangat suka ilmu pengetahuan tentang komputer dan ingin memperdalam ilmu tersebut, Hobi saya adalah mendengarkan musik, menonton film, membaca komik, main games, tutsal/sepak bola, dll.
   Sekian sedikit perkenalan dari saya terima kasih.